Work Your Passion (Part 2)

Berikut  pesan-pesan lain yang menarik dari buku ITB 86 :

  1. Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak harus sejalan dengan ilmu yang kita pelajari, tetapi lebih kepada hasrat, niat baik, serta kejujuran kita untuk memajukan bangsa dan negara.
  1. Jangan pernah menilai keberhasilan hidup dari jumlah materi yang dimiliki.
  1. Uang bukanlah segalanya, karena kebahagiaan tak dapat dibeli, asal tetap konsisten terhadap yang disukai sehingga akan memberi kepuasan jiwa.
  1. Bahwa apabila mengerjakan sesuatu yang kita sukai dan memaknainya sebagai ibadah, bahwa ini adalah suatu kebaikan, bukan kesia-siaan apalagi merusak, maka yang kita peroleh adalah kebahagiaan hakiki dengan materi sebagai bonusnya.
  1. Kesuksesan pribadi tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, karena setiap orang punya kriteria yang tidak bisa dibandingkan. Pendidikan formal sangat penting dalam membina karier yang kita inginkan, tetapi tetap harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi; kerja cerdas; dan fleksibilitas untuk terus belajar.
  1. Lakukanlah selalu kebaikan, maka hal-hal yang baik akan mendatangimu. Do the best and the best will come to you
  1. Sikap jujur, ikhlas, gemar membantu orang lain dan jadilah diri sendiri.
  1. People don’t care how much you know, until they know how much you care.
  1. Career start with care. Care for you, your team, your peer, the environment, the people. Sejak entry level, pertama tumbuhkan personality anda, kedua tumbuhkan passion anda, ketiga tumbuhkan leadership di dalam diri anda
  1. Tiga hal yang bisa dijadikan pegangan dalam meniti karir : positioning, differentiation, brand. Pandai menempatkan diri, melakukan sesuatu yang bisa membedakan dari orang sekitar yang diposisi yang sama sehingga pada akhirnya kita akan terlihat.
  1. Kalau kita punya keahlian tertentu, harus ditonjolkan, dikembangkan dan disebarkan.
  1. Jika kita punya niat baik untuk kepentingan orang banyak, dan memilih jalan yang baik, hasilnya pun akan baik.
  1. Sejalan dengan perubahan zaman, maka sebagian ilmu yang kita miliki akan menjadi usang dan karenanya kita harus terus belajar agar tetap bisa kompetitif di pasaran
  1. Our words, our bond.
  1. Do what you love and love what you do.
  1. Sudahkah kita temukan sesuatu hal baru hari ini?
  1. Fokuslah terhadap profesi yang akan dicapai karena persaingan sekarang sangat ketat dan aktiflah berorganisasi karena karakter seorang leader akan ditempa dalam organisasi.
  1. Hal yang paling penting ialah kerja secara profesional, jujur, suka membantu orang lain, baik kepada semua orng, dan menjaga networking
  1. Untuk menjadi orang yang terpercaya, maka integritas pribadi adalah prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Integritas tinggi akan membentuk manusia yang berkualitas internasional.
  1. Yang terpenting adalah attitude, yakni bagaimana sikap pribadi yang dituntut profesional, menghargai proses, menghargai karya sendiri, menghargai waktu; mampu adaptif, dan apresiatif.
  1. Perbesar lumbung rezeki anda, di mana pun anda bekerja, jagalah ketakwaan dan kejujuran, Allah akan mengisi lumbung anda sampai penuh bahkan berlebih, berpikirlah untuk menyukseskan orang lain, maka dengan sendirinya kita akan lebih dulu sukses tanpa merasa lelah untuk mencapainya, belajar jangan berpikir untuk jadi kaya karena kekayaan ada masanya mengikuti ketekunan anda dalam mengerjakan tanggung jawab yang diberikan.
  1. Jangan mau bekerja terus, segera aplikasikan ilmu untuk membuka lapangan pekerjaan.
  1. Be the best untuk apapun yang anda kerjakan; lakukan dengan sungguh-sungguh. Buatlah networking dan mengemas profesi/perusahaan anda supaya diketahui dan diapresiasu orang, juga perkuat komunikasi dan kuasai bahasa inggris sebagau bahasa pergaulab bisnis dunia karena globalisasi akan menembus ruang dan waktu iklim ekonomi dunia usaha.
  1. Pupuklah ilmu yang cukup dan seimbangkan keilmuan sosial dan humaniota supaya lebih tangguh menghadapi iklim persaingan usaha dan hidup yang lebih sulit.
  1. Hambatan dapat dimininalisir dengan enam langkah, yaitu mastery (destination, time, money, delivery), niche (marketing, cash flow), leverage (sistemasi, delegasi, teknologi), team work, synergy, dan goal.
  1. Tantangan akan selalu ada sampai kapan pun, maka bersiaplah menghadapi dan melewatinya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
  1. Know that the pain will pass and when it passes, you will become stronger, happier, more sensitive and aware.
  1. Sembilan AS katakter utana untuk leadership talent adalah ikhlas, integritas, cerdas, tegas, tangkas; trengginas; bernas, tuntas, dan selaras.
  1. Yang saya selalu ingatkan dalam bekerja ialah untuk selalu tekun pada proses dan hasil karena saya melihat generasi millenium sering kali ingin mendapatkan sesuatu serba instan dan menggunakan jalan pintas.
  1. Asal kita bekerja dengan gigih dan ulet, pasti bisa sukses. Juga kemampuan berbahasa inggris. Yang lebih penting adalah kemampuan dan kapasitas belajar yang lebih cepat; kemudian mampu mengembangkan minat; terutama belajar sosial dan ekonomi. Juga mind setnya memang harus go international sehingga kita dapat meningkatkan kemampuan dan ketetampilan kita.

 

Advertisements

Work Your Passion (Part 1)

Abis baca buku ini…. buku tentang beberapa profil alumni ITB angkatan 1986 yang kini sudah menyebar diseluruh Indonesia dengan bidangnya masing-masing. Ada lebih dari 100 profesi yang dituliskan dalam buku ini, mulai dari professional BUMN, CEO perusahaan multinasional, tim ahli diluar negeri, pengusaha sukses hingga ibu rumah tangga.

Buku ini lumayan menginspirasi, kita bisa melihat bagaimana usaha para profil hingga mereka meraih posisi mereka sekarang, tentu saja mereka memperoleh semua itu dengan melalui berbagai macam lika-liku kehidupan yang mereka jalani selama 3 dekade.

Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana pendapat mereka tentang profesi yang mereka geluti dan tips-tips hingga akhirnya mereka meraih apa yang mereka cita-citakan. Sebagian besar menjelaskan bahwa kunci kesuksesan mereka adalah jujur, ikhlas, kerja keras dan beribadah. Seperti beberapa pesan yang mereka sampaikan berikut :

“Kesuksesan tidak dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi membutuhkan upaya dan kerja keras yang terus menerus, dukungan dari orang-orang disekitar, dan tentu saja doa yang ikhlas kepada Allah SWT. “

“Berusahalah untuk menjaga amanah dengan baik, dan pandai mengatur waktu antara bermain, belajar, dan berdoa.”

“Kalau kita menomorsatukan Tuhan, mencari kerajaan Tuhan dan kebenaranNya, maka hal-hal yang lain akan ditambahkan dalam hidup kita. Bukan hanya menomorsatukan kerja keras, atau usaha-usaha ‘berlari’ dengan kekuatan sendiri, hasilnya tidak akan ada kepuasan, tidak ada damai dan tidak efektif.”

Dan ada pula yang terilhami dari Q.S. 65: 2-3
“….. barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya….”

Hal diatas mungkin sedikit orang yang percaya, karena mungkin menurut mereka tidak ada hubungan antara materi dunia dan akhirat/agama. Sehingga orang bekerja memiliki motif yang berbeda-beda. Dari motif-motif yang berbeda itu kita bisa mengklasifikasikan beberapa pola tipe pekerja.

Ada tipe yang bekerja untuk dirinya sendiri, tipe ini kadang merasa cukup dengan dirinya sendiri. tipe ini bagus karena dia bisa berdiri tegak dengan kedua kakinya sendiri tanpa meminta-minta kepada orng lain.

Ada tipe yang bekerja untuk keluarganya. Biasanya dimotivasi untuk menyenangkan hati orang tua atau mencukupi kebutuhan istri dan anak. Tipe ini bagus karena setiap nafkah yang dihasilkan dari keringat sendiri dan diberikan kepada keluarga dianggap sebagai sedekah dan terhitung ibadah.

Ada tipe yang bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara. Sehingga semangatnya merupakan semangat nasionalisme agar bangsa tidak kalah dari negara lain dan rakyat bisa sejahtera. Tipe ini kadang sampai lera untuk melepas pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar dan lebih memilih bekerja di dalam negeri dengan gaji kecil. Tipe ini bagus karena setiap ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat pastinya pahalanya akan terus mengalir.

Kemudian ada satu lagi, tipe pekerja yang mungkin tidak familiar, yaitu tipe yang bekerja untuk agamanya. Pekerjaan ini tidak mesti hanya menjadi ustad atau guru agama, tapi bisa profesi apa saja yang halal. Ketika dia bekerja maka dia anggap itu sebagai ibadah dan sebagai bentuk jalan dakwah/syiar islam.

Kebermanfaatkan yang dia kerjakan tidak hanya untuk dirinya, keluarga/rakyat negara tertentu tetapi juga untuk seluruh umat manusia sehingga tidak melihat batasan negara dan untuk cita-cita izzul islam wal muslimin. Seperti para ulama zaman dahulu yang mereka pemimpin negara tetapi paham agama, mereka saudagar kaya tetapi tidak segan-segan untuk ikut berjuang dan menafkahkan hartanya dijalan jihad, atau seperti para ilmuan yang juga menguasai ilmu agama. Tipe ini akan selalu merasa cukup dengan apa yang dia peroleh dan tidak tergiur dengan indahnya materi jika itu diperoleh dengan cara yang tidak benar. Tipe terakhir ini mungkin yang agak langka…

13645162_10208697157440858_8420430535687059194_n

Libur Telah Usai

Libur telah usai… masuk kampus lagi, tapi kampus masi sepi karena mahasiswa belum aktif kuliah. Tahun ini kampus kami akan memulai sistem baru untuk mahasiswa baru yang disebut dengan Tahun Persiapan Bersama (TPB) mengadopsi dari sistem yang mirip yang telah ada ada di ITB dan IPB. Bedanya sistem ini bukan untuk penjurusan tapi untuk menyamaratakan pemahaman mahasiswa, terutama untuk ilmu sains dasar dan mata kuliah umum.

Mungkin ini salah satu metode yang bisa diberikan kampus untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas meskipun kesuksesan mahasiswa sebenarnya tidak hanya ditentukan dari kualitas universitas saja, tetapi juga dari keaktifan mahasiswa itu sendiri untuk mencari bekal belajar sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Banyak mahasiswa yang salah kaprah bahwa kunci kesuksesan mereka adalah nilai ujian yang tinggi sehingga banyak yang menggunakan jalan pintas seperti mencontek atau copy paste tugas untuk mendapat nilai yang bagus. Nilai yang bagus memang penting karena itu yang akan digunakan sebagai seleksi pertama tetapi jika nilai itu tidak berkah maka setinggi apapun nilainya tidak akan menjamin kesuksesan.

Seperti salah satu pesan dalam buku Work Your Passion (ITB 86) : “Kemampuan profesional saja tidaklah cukup karena yang paling utama ialah karakter. Ketika memasuki dunia kerja, tiket kita ialah intelektualitas, kemudian ketika diberi tugas terlihat kompetensi kita. Tetapi yang membuat kita bertahan adalah karakter. Seseorang akan meraih kesuksesan jika dia mampu membangun karakter positif. Karakter disini adalah integritas dan fairness (adil baik ke dalam maupun keluar). Kunci utamanya adalah kerja keras dan kerja cerdas. Lakukanlah itu untuk Allah dan bukan untuk manusia. Jadikan ayat kitab suci sebagai landasan berkiprah di dunia kerja. “

Karakter yang baik tidak hanya bisa dipelajari dalam ruang kelas saja karena kemampuan dosen dalam transfer ilmu terbatas, maka mahasiswa perlu juga mencarinya di luar kampus.

“Bukan pengetahuan dan passion (minat) saja yang utama melainkan juga network dan hubungan-hubungan sosial yang terbentuk semasa kuliah, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, kegiatan TPB, yang memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter/ kedewasaan dalam berkarir.”

Mahasiswa yang belum memiliki karakter kadang bingung ke kampus untuk apa, setelah lulus mau jadi apa, sehingga orientasi mereka hanya bagaimana caranya agar cepat lulus, padahal bukan nilai saja yang penting tetapi yang lebih penting adalah kebermanfaat gelar yang akan diperoleh. Mahasiswa memiliki derajat sosial yang tinggi dalam masyarakat karena dianggap sebagai kaum intelektual yang diharapkan nantinya dapat menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

“Mahasiswa perlu terjun ke masyarakat dalan mencari solusi konkret yang memerlukan multidisiplin ilmu, seni, dan bahkan mempelajari interaksi sosialnya. Dengan kolaborasi dan eksperimen terjun ke masyarakat, akan membentuk pribadi kreatif dalam mengeksplorasi dunia, mengembangkan diri, dan tidak kalah pentingnya ialah sikap peduli sesama.”

Sehingga diharapkan masa kuliah yang 4-5 tahun menjadi kawah candradimuka dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kapabilitas teknis tinggi dengan etika dan nilai molar yang luhur.

13686599_10208725233742748_8668301538098406354_n

Syawalan

Bulan syawal…tidak melulu tentang pertanyaan ‘kapan nyusul’, ‘mana undangannya’, ato ‘anakmu dah berapa’ tapi juga tentang silaturahim untuk mempererat ukhuwah karena moment syawalan bisa menjadi moment penyatuan ummat.

Sore tadi berkesempatan silaturahim ke rumah salah satu mubalighoh di kota Mataram, bunda Hj. Khodijah. Silaturahim selalu menjadi moment yang menyenangkan karena bisa menjelajahi tempat baru, bertemu berbagai macam orang, dan biasanya mendapat banyak pelajaran dari cerita yang mereka sharing.

Bunda Khadijah masih tinggal dengan ibu mertuanya, seorang nenek yang berusia 95 tahun. Meskipun sudah sepuh banget tapi beliau masih terlihat begitu sehat, ga bungkuk, ga botak meskipun rambut putih semua, pendengaran masih bagus, dan masih bisa diajak diskusi. Beliau juga sempat menceritakan bagaimana perjalanan kehidupannya. 95 tahun beliau lalui dengan berbagai macam pengalaman hidup, ketika mudanya beliau juga sempat bertemu kompeni Jepang dan suami beliau ditahan Jepang ketika beliau masih memiliki bayi dalam pelukan. Bunda Khadijah juga menceritakan beberapa alasan mengapa mertua beliau masih sehat sampai sekarang, yaitu

1. Makan sedikit
2. Berat badan konstan, si nenek beratnya selalu 45 kg
3. Tidak pendendam
4. Banyak sedekah
5. Dan banyak gerak

Jadi teringat hadist dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang matimu.” (H.R. Al Hakim)

Dihadist itu disebutkan tentang masa muda, begitu spesialnya masa muda ini karena mungkin ini merupakan masa keemasan kita. Jika sudah tua nanti mungkin kita hanya akan mengenang masa muda ini, dan semoga kita tidak termasuk orang yang menyesali masa mudanya…

13692647_10208749649633130_2169105602600095798_n

Hirarki Kebutuhan

 

Kebutuhan manusia tidak terbatas. Untuk bertahan hidup kita butuh makan dan minum. Makan dan minum saja tidak cukup, ada kebutuhan biologis dan sosial lain yang dibutuhkan, seperti misalnya aktualisasi diri, merasa diakui, dihargai, dianggap penting, dicintai, dll.

Dari kebutuhan yang tidak terbatas tersebut Abraham Maslow sekitar tahun 1950an mengelompokkan kebutuhan manusia menjadi 5 jenis :
1. Kebutuhan fisiologis/fisik : seperti makan, minum, tidur, bernapas dll
2. Kebutuhan rasa aman : safety place and peace mind
3. Kebutuhan kasih sayang : seperti dicintai, menikah, melangsungkan keturunan, dll
4. Kebutuhan penghargaan : merasa diakui
5. Kebutuhan aktualisasi diri

Maslow mendasarkan teorinya tersebut dari pengamatan terhadap primata, maka tentu saja teori tersebut belum menggambarkan kebutuhan manusia seutuhnya. Ada satu lagi kebutuhan manusia yang tidak disebutkan Maslow. Karena manusia makhluk yang lemah maka ia membutuhkan eksistensi entitas yang jauh lebih kuat dari dirinya sebagai tempat berlindung. Manusia tidak mungkin berlindung kepada sesama manusia karena sama-sama lemah, maka manusia perlu berlindung pada yang jauh lebih kuat darinya yaitu Pencipta manusia itu sendiri. Sehingga kebutuhan manusia lainnya adalah kebutuhan akan adanya Pencipta atau bisa dikatakan naluri beragama.

Sehingga jika disimpulkan ada empat kebutuhan manusia
1. Kebutuhan jasmani (hajatul adawiyah) : seperti makan, bernapas, dan tidur
2. Naluri melangsungkan keturunan (gharizah nau’) : masuk dalam kategori ini menyukai lawan jenis, menikah, berkasih sayang dan memiliki anak
3. Naluri mempertahankan diri (gharizah baqa) : masuk dalam kategori ini penghargaan dan aktualisasi diri
4. Naluri beragama (gharizah tadayun)

Kebutuhan-kebutuhan diatas harus terpenuhi agar manusia puas dan memenuhi fitrahnya. Manusia pun kemudian beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Untuk makan misalnya, ada yang dengan bekerja dan ada juga yang dengan riba. Untuk melangsungkan keturuan ada yang dengan pacaran dan ada yang dengan menikah. Untuk mempertahankan diri misalnya ada yang dengan menjatuhkan orang lain untuk ketenaran diri sendiri. Sehingga jalan yang ditempuh dalam pemenuhan kebutuhan ini bisa beragam.

Untuk mengatur cara pemenuhan kebutuhan yang sesuai fitrah manusia dan tidak mengganggu kebutuhan orang lain maka terdapat norma-norma/aturan yang berasal dari kearifan lokal ataupun yang lebih kuat berupa wahyu. Hal-hal yang diatur misalnya korupsi adalah terlarang sedangkan bekerja dengan jujur sangat dianjurkan. Misalnya lagi, pacaran adalah terlarang sedangkan menikah sangat dianjurkan. Oleh sebab itu agama pun hadir untuk mengatur semua kebutuhan tersebut dan memenuhi fitrah manusia yang membutuhkan perlindungan dari sang Pencipta.

13000206_10208070626297971_2157320703282794359_n

Ada Apa Dengan Dana Desa (AADDD)

 

Sabtu kemarin (28 Mei) kampus jadi tempat seleksi tes bagi calon pengawas dana desa. Jadwalnya berdekatan dengan seleksi tes SBPMTN yang akan berlangsung besok. Dua tes tersebut memiliki banyak perbedaan meskipun sama-sama menggunakan LJK.

Jika kita mengawas SBMPTN biasanya peserta tes sudah tahu bagaimana tes dan prosedurnya. Peserta SBMPTN juga biasanya manut-manut dan tidak ada yang aneh. Tapi berbeda cerita dengan peserta tes pengawas dana desa. Pesertanya sangat beragam.

Pesertanya ada yang pakai alas kaki lusuh hingga ada yang pakai sepatu boots atau high heels. Ada yang berpakaian kusut, ada juga yang berpakaian necis. Ada yang lulusan SMA, ada juga yang lulusan S2. Ada yang muda dan ada juga yang tua yang tidak bisa melihat tulisan di papan. Ada yang tidak mengetahui cara mengisi LJK dan ada juga yang bisa melingkari semua jawaban 50 soal dalam waktu 15 menit. Sangat jelas terlihat kesenjangan dari para peserta tes, dari yang terlihat seperti bos-bos hingga yang terlihat seperti petani kecil mengikuti tes yang sama. Tapi seperti tes dengan LJK di sekolah, di seleksi ini juga ditemukan ada kunci jawaban. -_-“

Kalau dilihat-lihat soal tes pengawas desa ini lumayan sulit juga, sudah terbayang sebelum tes mungkin peserta akan kesulitan menjawab. Tapi kami lihat semua peserta antusias mengikuti tes. Ada yang baru datang dari Bima dan tidak sempat beristirahat, dan ada pula yang dari jawa timur datang ke sini dengan pesawat.

Dana Desa memang menggiurkan. Dananya cukup besar, hampir 1 M untuk masing-masing desa dan dana sebesar itu butuh orang cakap untuk mengelola. Maka selain membantu pembangunan desa, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan meskipun kecil dan entah itu data real atau tidak.

Mengapa baru ada dana desa sekarang, biasanya desa mendapat dana dari pemerintah kabupaten, tapi sekarang pemerintah langsung yang memberikan dana, seolah-olah pemerintah pusat belum cukup percaya dengan kinerja pemerintah kabupaten. Dengan adanya alokasi APBN untuk dana desa maka APBD yang diberikan ke daerah juga berkurang sehingga daerah diminta lebih mandiri dan mencari sumber keuangan lain.

Sepintas dana desa ini terlihat menjanjikan. Terdapat pembangunan di desa, pemerataan pembangunan, pengurangan pengangguran, otonomi daerah, dll. Namun terlepas dari hal-hal manis diatas semoga saja dana desa ini tidak diselewengkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan semoga pembangunan yang ada di desa bisa dinikmati oleh warganya sendiri, bukan malah dinikmati investor asing yang tertarik dengan kekayaan alam kita yang belum terjamah.

13331157_10208365133020455_4549232380926626568_n

Kesadaran Manusia

Manusia adalah satu-satunya makhluk di dalam alam yang telah meraih kesadaran. Kesadaran itu adalah pengetahuannya tentang kualitas dan esensi dirinya, dunia dan hubungan antara dirinya dengan dunia dan alam. Makin mendalam kesadarannya terhadap tiga unsur ini (al-fikru al-mustanir), makin cepat manusia bergerak ke arah tahap-tahap yang lebih tinggi dalam proses kemajuannya menuju kesempurnaan, dari rendah menjadi luhur (bangkit). Sebab, seluruh problematika kehidupan pada dasarnya merupakan cabang dari tiga unsur tersebut.

Dengan mengetahui atau memahami alam (ilmu adalah pemahaman tentang alam) manusia dapat mengetahui dirinya, kekuatan kreatifnya, dan cara membebaskan dirinya dari batasan alam untuk menjadi maju. Dengan mengetahui diri dan mengamati alam, manusia dapat mengenal penciptanya. Dan iman yang kuat pada pencipta adalah iman yang berpijak pada pemikiran yang kuat, yang senantiasa mengamati (alam sekitarnya), berpikir dan berpikir (ulul albab).

Nb: diilhami dari tulisan Dr. Ali Shariati, Tugas Cendekiawan Muslim (1982) dan refleksi ketika ikut acara penanaman 1000 Mangrove di Dusun Eyat Mayang, Sekotong Bawah saat memperingati hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni 2016.

13330886_10208426484234197_8914876175035854227_n

Previous Older Entries